Menu

Mode Gelap

Kepri

Gubernur Ingin Budidaya Ikan di Pangkil Jadi ‘Embrio’ Kebangkitan Budidaya Ikan Kepri

badge-check


					Gubernur Ingin Budidaya Ikan di Pangkil Jadi ‘Embrio’ Kebangkitan Budidaya Ikan Kepri Perbesar

 

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad  berharap budidaya perikanan kelong apung di Desa Pangkil dapat menjadi embrio awal membangkitkan potensi budidaya perikanan. Tidak hanya di Bintan, namun di seluruh Kepri.

“Walau mungkin untuk skala Kementerian, ini (kelong apung Desa Pangkil) merupakan budidaya kecil, namun kita berharap apa yang dilakukan anak-anak muda disini menjadi embrio dan pemicu untuk daerah lain,” kata Gubernur Ansar saat ikut panen dan tebar benih ikan bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan di Desa Pangkil Kabupaten Bintan, Jumat (12/11).

Gubernur Ingin Budidaya Ikan di Pangkil Jadi ‘Embrio’ Kebangkitan Budidaya Ikan Kepri

 

Gubernur menuturkan selama ini potensi perikanan itu identik dengan ground fishing (perikanan tangkap). Padahal potensi perikanan budidaya itu juga besar. Maka ia mendorong agar pemanfaatan budidaya perikanan agar lebih optimal.

“Karena kalau kita lihat potensi di Kepri ini dalam 1 tahun ada 1,1 juta ton ikan, tetapi kita baru bisa memanfaatkan 33 persen. Maka karena urusan ini bukan urusan pembiayaan yang kecil, kita akan komunikasi dengan pemerintah pusat, KKP dan juga Kabupaten Kota se-Kepri untuk membahas bersama bagaimana mengoptimalisasi ini,” ujar Gubernur

Gubernur Ansar mengaku senang budidaya ikan di Desa Pangkil ini dikelola oleh pemuda yang berwadahkan koperasi berbadan hukum. Ia menjelaskan bahwa mengelola koperasi seperti ini bukan hal yang mudah.

“Tapi ini mereka sudah baik pengelolaannya. Saya kira kita tinggal berpikir bagaimana mengembangkan ini dan juga meluaskannya di beberapa desa atau pulau yang lain di Kepri,” ungkapnya

Kemudian Gubernur mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk tim bersama Dirjen Perikanan Budidaya untuk membahas bagaimana pengelolaan perikanan di Kepri.

“Yang selama ini selalu disampaikan bahwa potensi perikanan kita sangat besar, namun optimalisasinya belum pernah terjangkau” tutupnya.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tubagus Haeru Rahayu mengatakan bahwa Kementerian tidak melihat suatu budidaya dari ukurannya, namun yang dilihat adalah bagaimana nanti embrio ini bisa berkembang.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa Produk Kementerian KKP di pusat bukan merupakan ikan, namun berbentuk kebijakan. Kebijakan yang diambil pun harus selaras dengan apa yang diinginkan masyarakat.

“Setiap kebijakan yang dikeluarkan, prioritas utamanya adalah ekologi, untuk keberlanjutan di masa depan. Supaya anak cucu kita masih dapat menikmati sumber daya alam” kata Tubagus.

Setelah ekologi, lanjut Tibagus, baru kemudian ekonomi. Karena jika hanya ekologi saja tanpa ekonomi maka tidak akan tercapai kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya jika hanya ekonomi saja tanpa ekologi, maka generasi penerus tidak akan dapat menikmati ini semua.

“Kemudian dengan memasuki era revolusi industri 4.0, harus pula disinergikan antara ekologi, ekonomi, dan inovasi teknologi. Jika ketiganya dipadukan maka blue economy akan dapat dicapai dalam waktu singkat,” harapnya.

Terakhir Tubagus menyampaikan saat ini adalah saatnya membangunkan raksasa tidur yaitu budidaya, dimana potensinya sangat besar yaitu 16 persen dari total 1,33 triliun dolar AS.

“Salah satunya ini sudah dimulai dari Kepri (Pulau Pangkil). Mudah-mudahan ini menjadi pemicu dan provokator positif untuk kelompok-kelompok yang lain,” pungkasnya.

Gubernur Ingin Budidaya Ikan di Pangkil Jadi ‘Embrio’ Kebangkitan Budidaya Ikan Kepri

 

Turut menghadiri kegiatan tersebut Direktur Perbenihan Nono Hartanto, Kasubdit  Perbenihan Ikan Laut Nasrul Efendi, Bupati Bintan Roby Kurniawan, Pj. Sekdaprov Kepri Ir. lamidi, Kepala DKP Kepri H.T.S Arif Fadilah, dan Kepala BPBL Batam Toha Tusihaidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Rida K Liamsi Jabat Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepri Periode 2026-2023

18 April 2026 - 14:14 WIB

Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031. F-Kominfo Kepri

Dewi Ansar Dikukuhkan sebagai Ketua YKI Kepri 2026–2031

18 April 2026 - 13:48 WIB

Dewi Kumalasari Ansar secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031 oleh Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Pusat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat (17/4/2026). F-Kominfo Kepri

Nenny Dwiyana Nyanyang Pimpin Wanita Islam Kepri, Siap Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

18 April 2026 - 08:39 WIB

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kepulauan Riau, Nenny Dwiyana Nyanyang, resmi diamanahkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031.

Kri Kapitan Pattimura-371 dan Kri Wiratno-379 Berhasil Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Laut Natuna Utara

17 April 2026 - 15:47 WIB

KRI Kapitan Pattimura-371 dan KRI Wiratno-379 berhasil melaksanakan evakuasi terhadap korban kapal terbakar di perairan Natuna Utara. F-Dispen Koarmada I

Jenazah Bripda Natanael Simanungkalit dimakamkan 

17 April 2026 - 14:35 WIB

Pemakaman Bripda Natanael Simanungkalit, Jum'at (17/04). F-Humas Polda Kepri
Trending di Kepri