Menu

Mode Gelap

Kepri

HMI Tanjungpinang-Bintan Gelar Aksi Tolak Kenaikan Tarif Pelabuhan Sri Bintan Pura

badge-check


					Poster Seruan Aksi HMI, Rabu (22/01/2025)-Hendrik Perbesar

Poster Seruan Aksi HMI, Rabu (22/01/2025)-Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungpinang-Bintan akan menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif masuk (Pas) Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kamis (23/01/2025), di Tugu Proklamasi Tepi Laut.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat.

Wakil Sekretaris Umum Bidang PTKP HMI Tanjungpinang-Bintan, Bimantoro, menyatakan bahwa sekitar 50 massa aksi akan turun ke jalan.

“Kami akan turun dan melakukan protes terkait kebijakan yang tidak pro rakyat,” tegasnya.

Bimantoro menilai Pelindo Tanjungpinang lebih mementingkan kepentingan lembaga tanpa mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Kepulauan Riau.

“Alih-alih memperbaiki fasilitas di pelabuhan, Pelindo justru menaikkan tarif tanpa pertimbangan matang. Kami akan berjuang semaksimal mungkin agar keputusan ini dibatalkan,” tambahnya.

Pelindo Tanjungpinang telah memutuskan untuk menaikkan tarif pas masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura, yang berlaku mulai 1 Februari 2025. Tarif terminal domestik naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per orang.

Sementara itu, tarif terminal internasional untuk Warga Negara Indonesia (WNI) meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp75.000 per orang.

Sedangkan Warga Negara Asing (WNA) harus membayar Rp100.000, naik dari tarif sebelumnya Rp60.000 per orang.

Keputusan ini mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat karena dianggap dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai.

Banyak yang menilai kenaikan ini memberatkan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada pelabuhan untuk aktivitas sehari-hari.

Melalui aksi ini, HMI berharap Pelindo membatalkan kebijakan tersebut dan lebih mengutamakan peningkatan fasilitas serta layanan di pelabuhan.

“Kami ingin kebijakan yang dibuat memperhatikan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya keuntungan sepihak,” pungkas Bimantoro.

Aksi unjuk rasa ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk mengevaluasi keputusan yang dinilai merugikan masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya.(Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Dari Aceh hingga Papua, Sucofindo Salurkan 70 Bantuan CSR, Bintan Terima Sumur Bor

25 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Dari Aceh hingga Papua, Sucofindo Salurkan 70 Bantuan CSR, Bintan Terima Sumur Bor

Festival Kopi Merdeka, Dari Budaya Ngopi Jadi Magnet Pariwisata Kepri

24 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Penampilan artis ibukota pada puncak Perayaan Festival Kopi Merdeka 2026

TIDAR dan GERAM Pertanyakan Konsistensi Satpol PP Tanjungpinang “Ada Apa dengan Mie Gacoan?”

20 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Sorotan Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Tanjungpinang, Agus Ariansyah, dan Ketua Umum DPP Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepri, Aryandi Terkait Penangan kedua Bangunan di Kota Tanjungpinang, Kamis (20/08)

Kemarau Melanda, Polsek Tanjungpinang Kota Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Bugis

18 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Kapolsek Tanjungpinang Kota IPTU Freddy Simanjuntak, S.H., bersama personel bersama Personilnya membagikan air bersih kepada Warga, Selasa (18/08)

Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

17 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Trending di Tanjungpinang