Menu

Mode Gelap
Puncak Hari Jadi Ke-77 Kabupaten Bintan, Ini Info Terkait Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir FGD Program Seragam Gratis, Evaluasi Menuju Kemajuan Dunia Pendidikan Bintan Bupati Roby Jadi Finalis Most Inspiring Tourism Leader di Ajang WIA 2025 Daerah Tertib Ukur Tingkat Nasional, Bintan Raih Penghargaan Perlindungan Konsumen Desentralisasi dan Krisis Dokter Gigi di kecamatan Belakang Padang Otonomi yang Terbatas: Tantangan Desentralisasi di Kota Industri Batam

Advertorial

Kepri Peringkat ke-2 Pengangguran se Indonesia, Ini Kata Gubernur Ansar Ahmad

badge-check


					Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancarai awak media, Senin (06/10/2025). (Nzl) Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancarai awak media, Senin (06/10/2025). (Nzl)

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menempati peringkat ke-2 dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia mencapai 6,89 persen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan pentingnya mendorong pertumbuhan investasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Kalau kita penganggurannya banyak, ya saya katakan hal biasa, karena daerah kita ini tujuan datang untuk mencari kerja,”ujarnya saat diwawancarai awak media, Senin (06/10/2025).

Ia mencontohkan daerah seperti Yogyakarta dan Bali yang lebih dikenal sebagai daerah wisata, sehingga tidak banyak dijadikan sebagai tujuan untuk mencari pekerjaan.

“Di Minsed orang luar daerah itu, Batam, Bintan, terutama Kepri lumbungnya lapangan kerja,” ungkapnya.

Ansar juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Kepri karena banyaknya pencari kerja dari luar daerah yang belum memiliki kualifikasi yang memadai.

“Orang luar daerah datang mencari kerja dan tidak memiliki skill yang cukup. Kadang-kadang ia menambah angka pengangguran kita, coba teman-teman nanti survei kapal yang berlabuh di Kepri,Seperti kapal Kelud yang datang itu,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak melarang masyarakat dari luar daerah untuk datang.

“Tapi kita harus pacu investasi dan perluas lapangan kerja,” tutupnya. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Realisasi Investasi Kepri Capai Rp 48,9 Triliun per September 2025, Batam Jadi Kontributor Utama

25 November 2025 - 09:45 WIB

Kadis PUPP Kepri Sebut Realisasi APBD Capai 75 Persen, Proyek Hampir Rampung

24 November 2025 - 14:27 WIB

Peta Potensi Investasi untuk Perkuat Daya Saing dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

20 November 2025 - 13:02 WIB

Kadis PMPTSP Kepri Sebut, Digitalisasi Penting Tingkatkan Transparansi

12 November 2025 - 15:18 WIB

DPMPTSP Kepri Yakin, Target Investasi Rp 57 Triliun tahun 2025 Tercapai

11 November 2025 - 22:04 WIB

Trending di Advertorial