oleh

Komisi III DPRD Tanjungpinang Nilai Bangunan TK/PAUD Perlu Perehapan

Tanjungpinang

Para Anggota Komisi lll DPRD Kota Tanjungpinang, saat menggelar Reses di aula arsip dan perpustakaan daerah kota Tanjungpinang.

Anggota Komisi lll DPRD Kota Tanjungpinang, Ginta Asmara menilai banyak bangunan TK/PAUD yang ada di kota tersebut, sudah tidak layak pakai lagi.

Maka dari itu, Ginta menilai perlu adanya perehapan terhadap bangunan-bangunan TK maupun PAUD yang dirasa sudah tidak layak dipergunakan lagi.

“Banyak sekali bangunan baik TK maupun PAUD yang harus di lakukan perehapan, karena ini merupakan fasilitas untuk proses belajar mengajar mereka,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang Ginta Asmara, Kamis (14/3) saat reses bersama guru TK dan PAUD di gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang.

Selain itu, Ginta juga menilai pihak Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, tidak peka dengan kondisi bangunan tersebut, sebab Dinas Pendidikan belum juga memberikan usulan terkait perehapan ini.

“Kami sangat menyayangkan pihak Disdik yang lambat merespon permasalahan ini, mengapa tidak dimasukkan usulan tersebut untuk APBD tahun ini, agar perehapan tersebut dapat dilaksanakan pada tahun ini juga,”ungkapnya.

Ia menilai, bangunan yang layak sangat mempengaruhi dengan kenyamanan proses kegiatan belajar dan mengajar, maka dari itu pihaknya berjanji akan mengusulkan perehapan seluruh bangunan TK dan PAUD pada APBD-P tahun ini, dan apabila tidak memungkinkan pihaknnya akan berusaha memasukkan usulan tersebut pada APBD tahun 2020 nanti.

“Ini salah satu permasalahan krusial, maka dari itu kami akan segera perjuangan kan, agar rencana ini dapat segera terealisasi,”ungkapnya.

Selain membahas permasalahan tersebut, Ginta juga berjanji pihak Komisi lll DPRD Tanjungpinang, akan mengkordinir program kegiatan Disdik yang tak terakomodir pada APBD tahun ini dapat masuk pada APBD-Perubahan tahun ini.

“Ini tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat, yang mana Pendidikan adalah salah satu bidang penting untuk pembangunan SDM maka dari itu kami akan perjuangkan seluruh kebutuhan yang Disdik butuhkan nantinya”katanya.

“Perlu kita sampaikan bahwa di APBD tahun ini bisa dikatakan usulan-usulan program atau kegiatan TK dan AUD tidak ada, karena banyak disortir atau dicat oleh TAPD,” jelasnya.

Ginta menyebutkan usulan yang ada untuk TK dan PAUD di APBD hanya penambahan honor (upah) untuk guru/pendidik saja.

“Penambahan honor itu kalau kita tidak salah itu berupa insentif 300 perbulan yang akan di terima guru PAUD,” katanya.

“Alternatif yang akan kita ambil usulan dari Disdik pada saat APBD-P nanti akan kita kaji ulang dari gabungan komisi di Dewan bersama TAPD, apakah terakomodir program-program kerja dari TK dan PAUD ini,” ungkapnya.

Setelah reses ini, sambung Ginta,  dalam waktu dekat akan melakukan RDP bersama guru-guru TK dan PAUD serta akan hadir Diknas instansi-instansi terkait.

“Segara akan kita lakukan RDP bersama setalah kita dengar semua hal yang di sampaikan oleh guru-guru TK dan PAUD pada saat reses,” tutupnya.

Penulis: Moh Dan

Editor: Red

Komentar

News Feed