Menu

Mode Gelap

Kepri

Pokja ULP Kepri Tegaskan Pengguguran CV Nabila Permata pada Tender Renovasi Gedung Pemprov Sesuai Aturan

badge-check


					Pokja menyatakan pengguguran peserta didasarkan pada hasil klarifikasi personel, bukan persoalan mobil crane atau uji KIR. Perbesar

Pokja menyatakan pengguguran peserta didasarkan pada hasil klarifikasi personel, bukan persoalan mobil crane atau uji KIR.

KEPRI.INFO,TANJUNGPINANG – Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan proses evaluasi dan pengguguran penawaran CV Nabila Permata dalam tender paket Pemeliharaan/Renovasi Gedung Perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, Selasa (06/07)

Berdasarkan dokumen jawaban Pokja yang diterima redaksi, pihaknya telah memberikan jawaban resmi atas surat sanggahan yang diajukan CV Nabila Permata melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Setelah dilakukan evaluasi ulang terhadap dokumen penawaran, hasil evaluasi, serta klarifikasi, Pokja tetap menyimpulkan bahwa pengguguran peserta telah sesuai dengan dokumen pemilihan dan peraturan pengadaan barang dan jasa.

Alasan utama pengguguran bukan terkait persyaratan mobil crane maupun uji KIR sebagaimana dipersoalkan dalam sanggahan, melainkan karena peserta tidak dapat membuktikan ketersediaan personel pelaksana lapangan yang diajukan dalam dokumen penawaran.

Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan pada 11 Juni 2026, Direktur CV Nabila Permata disebut mengakui tidak mengenal personel atas nama Dicki Mulyadi yang diajukan sebagai pelaksana lapangan.

Saat proses klarifikasi, peserta juga tidak dapat menghadirkan atau menghubungi personel tersebut melalui panggilan video untuk membuktikan kesediaannya.

“Pokja telah memberikan kesempatan kepada peserta untuk membuktikan ketersediaan personel yang ditawarkan. Namun, peserta tidak dapat memenuhi hal tersebut sehingga persyaratan personel dinyatakan tidak dapat dibuktikan,” tulis anggota pokja dalam surat tersebut.

Terkait keberatan mengenai persyaratan mobil crane 35 ton, Pokja menjelaskan bahwa evaluasi hanya dilakukan terhadap kesesuaian jenis, kapasitas, dan bukti kepemilikan atau penguasaan alat sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan.

Sementara itu, kelengkapan dokumen operasional, termasuk uji KIR, merupakan kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tahap sebelum penandatanganan kontrak apabila peserta ditetapkan sebagai pemenang.

Pokja juga menanggapi keberatan mengenai persyaratan empat unit jack hammer.

Menurutnya, peralatan tersebut dikategorikan sebagai peralatan minor sehingga persyaratan yang ditetapkan tidak bertentangan dengan ketentuan pengadaan maupun membatasi persaingan usaha.

“Berdasarkan dokumen pemilihan, jack hammer bukan termasuk peralatan utama (major item). Oleh karena itu, persyaratan tersebut dinilai masih wajar dan tidak memberatkan peserta,” katanya.

Dalam surat jawaban sanggah, Pokja menyimpulkan bahwa proses evaluasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Pengguguran penawaran CV Nabila Permata didasarkan pada ketidakmampuan peserta membuktikan ketersediaan personel pelaksana lapangan saat proses klarifikasi.

Dengan demikian, Pokja menyatakan sanggahan yang diajukan CV Nabila Permata tidak dapat diterima dan hasil evaluasi tetap berlaku.

Masih berdasarkan dokumen jawaban Pokja, diketahui CV Nabila Permata, telah menandatangani berita acara klarifikasi dan mengakui tidak bisa membuktikan kelengkapan personil dan persyaratan lainnya.

Dengan demikian, keberatan dari CV Nabila Permata selesai.

Redaktur: Suaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

KRI Beladau-643 Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Distribusikan Uang Layak Edar ke Pulau Terluar Kepri

11 Juli 2026 - 10:22 WIB

KRI Beladau-643 dari jajaran Komando Armada (Koarmada) I berhasil menyelesaikan misi pengamanan dan dukungan pelayaran dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan Bank Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.

Polda Kepri dan KPID Perkuat Sinergi Cegah Hoaks dan Wujudkan Penyiaran Sehat

9 Juli 2026 - 17:07 WIB

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim penyiaran yang sehat sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kepulauan Riau.

Ansar Targetkan Redistribusi 3.000 Hektare Lahan HPL di Bintan Jadi Prioritas Reforma Agraria Kepri 2026

8 Juli 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (7/7/2026).

DPMPTSP Kepri Bekali Pelaku Usaha Teknik Pelaporan LKPM

6 Juli 2026 - 16:43 WIB

Sekretaris DPMPTSP Kepri, Joni Hendra Putra

Wagub Nyanyang Hadiri Peresmian Sekretariat HKTI, Dorong Penguatan Organisasi Petani Hadapi Tantangan Pangan

30 Juni 2026 - 09:01 WIB

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Senin (29/6/2026).
Trending di Kepri