Menu

Mode Gelap

Kepri

Sejarah Heroik di Balik Hari Jadi Tanjungpinang: Perang Riau Melawan Kolonialisme

badge-check


					Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang Tampak dari atas, Senin (6/1/2025)-Diskominfo Tanjungpinang Perbesar

Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang Tampak dari atas, Senin (6/1/2025)-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, memiliki sejarah pertempuran heroik 6 Januari 1784 yang menjadi tonggak perjuangan rakyat Riau melawan penjajahan Belanda.

Sejarah heroik ini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Tanjungpinang, yang dimulai dari sengketa antara Kerajaan Riau dan Belanda pada tahun 1782.

Konflik tersebut bermula dari pelanggaran kedaulatan Kerajaan Riau oleh Belanda yang merebut kapal Inggris Betsy, hasil tangkapan Kerajaan Riau.

Selain itu, Belanda juga melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

Insiden ini memicu meletusnya Perang Riau yang berlangsung dari 1782 hingga 1784.

Perang Riau mencapai puncaknya pada 6 Januari 1784. Pasukan Kerajaan Riau yang dipimpin Sultan Mahmud Riayat Syah dan Panglima Perang Raja Haji berhasil menenggelamkan kapal komando Belanda Malaka’s Walvaren di sekitar Pulau Paku.

Pertempuran ini mengakibatkan tewasnya pimpinan eskader Belanda, Hakim Agung Arnoldus Lemker, bersama 500 prajuritnya, yang memaksa Belanda mundur ke Malaka.

Setelah kekalahan Belanda, Raja Haji memimpin pasukan Kerajaan Riau untuk menyerang pusat kekuasaan Belanda di Malaka.

Namun, pasukan Belanda yang terdesak mengirimkan armada yang terdiri dari sembilan kapal perang, 2.130 prajurit, dan 362 meriam di bawah komando Jacob Piter Van Braam untuk memperkuat pertahanan.

Pada 18 Juni 1784, kedua pasukan bertempur sengit di Teluk Ketapang dalam Perang Sosoh. Raja Haji dan sekitar 500 pasukannya gugur.

Meskipun demikian, perjuangan Kerajaan Riau tetap berlanjut di bawah komando Yang Dipertuan Besar Sultan Mahmud Riayat Syah.

Kisah heroik ini menginspirasi pembentukan Tim Peneliti dan Pencari Fakta Hari Jadi Kota Tanjungpinang oleh Wali Kota Administratif Tanjungpinang, Drs. H.M. Sani, melalui Surat Keputusan No. 09/KPTS/1986 pada 10 Desember 1986.

Tim ini terdiri dari 11 anggota, yakni Abdurrahman sebagai Ketua, Rida K. Liamsi sebagai Sekretaris, serta anggota lainnya: R. Hamzah Yunus, R.A. Razak, Dr. Rusmawi Ripin, Eddy Mawuntu, Abdul Razak, Said Hasan, Muchsin Khalidi, Drs. Nyat Kadir, dan Muchtar Zam.

Mereka diberi tugas untuk meneliti dan menemukan fakta terkait penetapan Hari Jadi Kota Tanjungpinang.

Setelah melalui proses penelitian, tim mengusulkan 6 Januari sebagai Hari Jadi Kota Tanjungpinang. Tanggal ini dipilih karena menegaskan peran strategis Tanjungpinang yang sejak Perang Riau menjadi titik penting pertahanan dan terus berkembang menjadi sebuah kota.

Selain itu, 6 Januari menjadi tonggak bersejarah yang mencerminkan semangat juang Laskar Riau dalam membela kehormatan dan wilayah Kerajaan Riau. Tanggal ini juga melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat Riau dalam menghadapi ancaman dari luar.

Berdasarkan hasil risalah tersebut, Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H.M. Sani, mengajukan usulan kepada Bupati KDH Tingkat II Kepulauan Riau, Bapak Murwanto, pada 23 Oktober 1987, yang kemudian diteruskan ke DPRD Kepulauan Riau pada 27 Oktober 1987 untuk mendapatkan persetujuan.

Akhirnya, pada 14 November 1987, melalui SK No. 17/1987-DPRD, DPRD menetapkan 6 Januari 1784 (29 Muharram 1204 H) sebagai Hari Jadi Kota Tanjungpinang.

Hari Jadi Kota Tanjungpinang yang diperingati setiap 6 Januari menjadi simbol perjuangan rakyat Riau melawan kolonialisme. Kini, Tanjungpinang dikenal sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam peringatan Hari Jadi ke-241, Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal, mengajak seluruh masyarakat untuk melangkah maju dengan semangat optimisme.

“Di bawah payung kebersamaan, kita wujudkan visi Tanjungpinang sebagai kota yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga menjadi teladan dalam pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (6/1/2025).

Andri berharap, di usia Kota Tanjungpinang yang ke-241, peringatan hari jadi ini dapat menjadi momentum untuk semakin mempererat persatuan dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun kota yang gemilang dan sejahtera.

“Selamat hari jadi kota Tanjungpinang. Semoga semangat kebersamaan ini terus memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan kota yang lebih maju dan sejahtera,” ucapnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gubernur Ansar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Bazar UMKM hingga Layanan Gratis Diserbu Masyarakat

13 Juli 2026 - 08:56 WIB

Gubernur Ansar memberikan hadiah Door Prize Jalan Santai sebelum mengikuti Nobar Piala Dunia antara Argentina vs Swis

KRI Beladau-643 Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Distribusikan Uang Layak Edar ke Pulau Terluar Kepri

11 Juli 2026 - 10:22 WIB

KRI Beladau-643 dari jajaran Komando Armada (Koarmada) I berhasil menyelesaikan misi pengamanan dan dukungan pelayaran dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan Bank Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.

Polda Kepri dan KPID Perkuat Sinergi Cegah Hoaks dan Wujudkan Penyiaran Sehat

9 Juli 2026 - 17:07 WIB

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim penyiaran yang sehat sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kepulauan Riau.

Buka Cabang di Tanjungpinang, Silver Silk Tour and Travel Tawarkan Promo Haji dan Umrah hingga 20 Juli

8 Juli 2026 - 17:33 WIB

Direktur Tour and Travel Silver Silk, Tifani Dwi Putri

Ansar Targetkan Redistribusi 3.000 Hektare Lahan HPL di Bintan Jadi Prioritas Reforma Agraria Kepri 2026

8 Juli 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (7/7/2026).
Trending di Kepri