Menu

Mode Gelap

Head Line

4 Tahun Berjualan, Suparno Pasrah “Diusir” Penguasa

badge-check


					Penampakan Kantin Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang Perbesar

Penampakan Kantin Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang

4 Tahun Berjualan, Suparno Pasrah "Diusir" Penguasa

Penampakan Kantin Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang

Tanjungpinang, kepri.info – Selama Empat Tahun berjibaku membangun usaha kecil-kecilan, di kantin Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang, Suparno bersama Istri rela kehilangan mata pencarian.

mata pencarian Suparno selama empat tahun, yang dibangun susah payah bersama istri tercintanya, mulai esok pagi sudah tidak lagi berjalan.

Pasalnya, Suparno bersama istrinya diminta untuk pergi meninggalkan kantin yang dikelolanya, oleh orang nomor dua di kota itu, yakni Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma.

“Sudah empat tahun kantin ini saya kelola bersama istri mengelola Kantin ini, namun besok kami di perintahkan untuk segera mengosongkan Kantin ini,” ucapnnya.

Ia berkisah, meski sepi ia bersama istrinya, tetap bertahan karena ia dan istri tercintanya yakin bahwa rejeki semua telah diatur sang pencipta.

Seiring berjalannya waktu, usaha kantin mungilnya itu, mulai menampakkan hasil yang cukup lumayan bagus. Perlahan demi perlahan kantin mungil yang ia andalkan untuk menghidupi keluarga itu, mulai ramai pengunjung.

“Sekarang kondisi Kantin sudah lumayan ramai bahkan bukan dari pegawai perpustakaan dan satpol PP saja yang makan dan minum di sini.

Namun petaka mulai datang setelah penguasa dikota itu diganti. Suparno harus menahan sakit ketika Kadis Arsip Dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang,  Wan Samsi, diperintahkan agar menyuruh Suparno  segera mengosongkan kantin tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Terus terang saja ini aneh, tanpa sebab dan alasan yang jelas kita diminta untuk mengosongkan, ini sama saja dengan mengusir,” ucapnnya.

Makin pedih rasanya, ketika Suparno mendengar bahwa, kantin tersebut akan diisi oleh orang dekat penguasa kota ini, yakni orang dekat Wawako Tanjungpinang.

“Pastinya menjadi pertanyaan buat kita, ada apa ini,” tanyanya.

Hingga hari ini, Suparno masih kebingungan, dimana lagi ia harus mencari tempat untuk berjualan, demi menghidupi keluarga kecilnya

“Saya dan istri saya sudah pasrah dengan keadaan ini,” ucapnnya.

Penulis: Jho
Editor : Moh Dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kabut Asap Memburuk, Pemprov Kepri Berlakukan Belajar dari Rumah untuk SMA, SMK dan SLB

14 September 2026 - 20:26 WIB

Kabut Asap Memburuk, Pemprov Kepri Berlakukan Belajar dari Rumah untuk SMA, SMK dan SLB

Kualitas Udara Tak Sehat, Disdik Kepri Berlakukan Sekolah Daring untuk SMA-SMK di Tanjungpinang

14 September 2026 - 18:55 WIB

Kualitas Udara Tak Sehat, Disdik Kepri Berlakukan Sekolah Daring untuk SMA-SMK di Tanjungpinang

Belanja Perubahan APBD Kepri 2026 Tembus Rp3,625 Triliun, Naik Rp81,3 Miliar

9 September 2026 - 13:24 WIB

Belanja Perubahan APBD Kepri 2026 Tembus Rp3,625 Triliun, Naik Rp81,3 Miliar

Labkesmas Kepri Dibangun Rp18 Miliar, Kemendagri Verifikasi Kesiapan Kelembagaan

9 September 2026 - 09:32 WIB

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat sistem kesehatan masyarakat di tengah kondisi geografis daerah yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan.

Polemik Bazar Festival Mooncake 2026 Memanas, Ketua Panitia: Kalau Mau Demo, Demolah!

2 September 2026 - 21:10 WIB

Polemik Bazar Festival Mooncake 2026 Memanas, Ketua Panitia: Kalau Mau Demo, Demolah!
Trending di Kepri