KEPRI.INFO,TANJUNGPINANG – Pelaksanaan Festival Mooncake 2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang-Kabupaten Bintan diwarnai polemik terkait penataan lokasi bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Polemik tersebut mencuat setelah Ketua Panitia Festival Mooncake 2026, Alay Imanuel, menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari kepanitiaan.
Pernyataan itu disampaikan Alay melalui grub WhatsApp dan diterima media ini.
Dalam percakapan tersebut, Alay mengaku siap mundur menyusul persoalan yang terjadi terkait pelaksanaan bazar UMKM.
“Saya jujur saya siap mundur jadi ketua panitia buat masalah aja semua,” ujar Allay dalam percakapan grup WhatsApp tersebut.
Tak hanya menyatakan siap mundur, Alay juga mengusulkan agar pelaksanaan bazar UMKM dibatalkan.
“Atau kita semua batalkan aja bazarnya. TIDAK USAH BUKA. Lapor Pak Fery saya siap mundur panitia bazar. Saya tidak takut, mau ribut juga boleh,” tulisnya.
Dalam percakapan yang sama, Alay juga menyinggung adanya pengurangan jatah bagi pelaku UMKM.
“Ini jatahnya orang UMKM dikurangin. Orang mana bisa terima,” tulisnya.
Ia kemudian menyampaikan agar pihak-pihak yang berkepentingan mengatur waktu untuk membahas persoalan tersebut, termasuk apabila terdapat rencana penyampaian aspirasi.
“Nanti atur waktu lah. Seluruh pengelola atur waktunya. Bagaimana caranya kalau mau demo, demolah. Terserah,” ujarnya.
Allay Immanuel yang dikonfirmasi terkait ajakan demo bersama pelaku UMKM irit bicara.
“Kalau masalah itu, saya belum bisa jawab,”ujarnya singka.(*)
Redaktur: Eb







