TANJUNGPINANG, Kepri.info – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menggeber perbaikan infrastruktur jalan di ibu kota provinsi, Kota Tanjungpinang, di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Upaya ini digerakkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat yang kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berdampak pada mobilitas harian.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah harus menerapkan kebijakan efisiensi di berbagai sektor belanja daerah.
Menurutnya, kondisi jalan yang layak sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan warga dalam berkendara, serta berkontribusi pada kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sepanjang tahun anggaran 2025, Dinas PUPRP Provinsi Kepri telah melaksanakan perbaikan pada delapan titik strategis jalan provinsi di Kota Tanjungpinang, dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp3,293 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri.
Pekerjaan ini meliputi berbagai bentuk perbaikan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi.
-Rinciannya sebagai berikut:
Pertama, Penggantian gorong-gorong yang ambruk dengan pemasangan box culvert pracetak di Jalan Brigjen Katamso (Batu 2 depan MOS).
Kedua, Pengaspalan ulang jalan di sejumlah ruas utama seperti Jalan MT Haryono (turun ke arah Polsek Bukit Bestari), Jalan Gatot Subroto (depan Pondok Ciung), Jalan RE Martadinata (menuju Pelabuhan Batu 6), Jalan DI Panjaitan (depan KFC), serta Jalan Tanjung Uban Lama (menuju SPBU dan Kedai Kopi Batu 10).
Ketiga, Pengaspalan dan penanganan longsoran pada ruas Jalan Nusantara – batas kota Km 15 (depan Bandara ASRI).
Selanjutnya, Peninggian badan jalan di titik rawan banjir, khususnya di Jalan Daeng Kamboja menuju lingkungan perkantoran pemerintah.
Selain itu, pekerjaan perbaikan yang dilaksanakan di Jalan Nusantara KM 13 Tanjungpinang–Kijang mencakup perbaikan kerusakan berat pada badan jalan sepanjang sekitar 400 meter dan lapisan ulang aspal agar ruas tersebut bisa kembali difungsikan optimal oleh masyarakat.
Pekerjaan ini dipacu secara maraton sehingga dapat cepat dimanfaatkan.
Kepala Dinas PUPRP Kepri, Rodi Yantari, menyatakan bahwa semua pekerjaan ini tetap terlaksana kendati di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Menurutnya, penanganan jalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang lebih baik, terutama pada jalur-jalur yang padat dilalui kendaraan sehari-hari.
Keterbatasan anggaran yang dirasakan oleh Pemprov Kepri juga tercermin dari berbagai kebijakan efisiensi lain dalam pengelolaan APBD.
Gubernur Ansar sebelumnya mengatakan bahwa serapan serta alokasi anggaran daerah perlu diatur secara cermat agar program prioritas seperti pemeliharaan jalan tetap terakomodasi dalam struktur belanja tanpa mengabaikan kebutuhan layanan publik lainnya.
“dengan pemeliharaan berkala seperti ini, kualitas infrastruktur jalan di ibu kota provinsi akan terus meningkat dari waktu ke waktu dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau,”harapnya.
-Respon Masyarakat dan Dampak Pembangunan
Perbaikan jalan yang terus digencarkan memberi dampak positif pada mobilitas warga, meningkatkan akses ke pusat pelayanan publik, area komersial, dan fasilitas pendidikan.
Masyarakat menyambut baik upaya pemerintah daerah yang tidak berhenti melakukan perbaikan kendati tantangan anggaran cukup besar.
“Kami sebagai warga tentu mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani titik-titik kerusakan yang kerap menimbulkan kemacetan atau berpotensi membahayakan keselamatan pengendara,”ujar Aidil warga sekitar.(Advertorial)
Reporter: Sayed Mahadi Putra
Redaktur: Yulita Dhani Kusumawati








