Menu

Mode Gelap

Kepri

Kemilau Nusantara Kepri 2026 dibuka, Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bergerak Bersama

badge-check


					Pembukaan kegiatan ditandai oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura. Perbesar

Pembukaan kegiatan ditandai oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

KEPRI.INFO–Cahaya lampu yang berpadu dengan semilir angin laut di Kawasan Gurindam 12 Tepi Laut, Tanjungpinang, menjadi penanda dimulainya Kemilau Nusantara Kepulauan Riau Tahun 2026, Sabtu (14/6).

Selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni 2026, kawasan yang berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat itu menjelma menjadi panggung besar pertemuan seni, budaya dan tradisi dari berbagai penjuru Nusantara.

Pembukaan kegiatan ditandai oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Di hadapan masyarakat dan para pelaku seni budaya, Nyanyang menegaskan bahwa Kemilau Nusantara bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang perjumpaan yang mempertemukan warisan budaya dengan semangat inovasi masa kini.

“Selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan Gurindam 12 akan menjadi ruang perjumpaan peradaban yang mempertemukan tradisi dan inovasi dalam satu lanskap budaya yang dinamis,” kata Nyanyang.

Dengan latar Pulau Penyengat yang sarat nilai sejarah, budaya dan maritim, Kemilau Nusantara Kepri 2026 menghadirkan wajah Kepulauan Riau sebagai daerah yang tumbuh dari keberagaman dan keterbukaan.

Menurut Nyanyang, Kepri kembali menegaskan perannya sebagai laboratorium kebudayaan Melayu yang hidup melalui hadirnya beragam seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia. “Event ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ekosistem budaya tempat nilai-nilai diwariskan, diciptakan ulang dan direvitalisasi sesuai tuntutan zaman,” ujarnya.

Lebih jauh, Nyanyang menyebut Kemilau Nusantara Kepri 2026 menjadi bagian dari komitmen Kepulauan Riau sebagai pilot project pengembangan pariwisata regeneratif di Indonesia.

Konsep tersebut lanjutnya, menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana menjaga budaya, memperkuat masyarakat dan merawat lingkungan.

“Budaya, ekonomi, pendidikan dan ekologi harus dapat bergerak bersama dalam satu harmoni pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menuju Kepulauan Riau yang maju, makmur dan merata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan mengatakan Kemilau Nusantara Kepri 2026 merupakan salah satu dari 72 kalender event pariwisata yang digelar sepanjang tahun di Kepulauan Riau.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Pulau Penyengat sebagai Jembatan Lintas Generasi”. Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan.

Lokasi kegiatan yang berada di Kawasan Gurindam 12 berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat, salah satu ikon wisata sejarah dan budaya Kepulauan Riau yang terus diperkuat daya tariknya melalui berbagai program revitalisasi.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Karena itu, tema ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan warisan budaya yang dimiliki Kepulauan Riau,” kata Hasan.

Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang terus mendukung revitalisasi Pulau Penyengat.

“Upaya tersebut dinilai semakin meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Optimisme terhadap sektor pariwisata Kepri pun terlihat dari tren kunjungan wisatawan yang terus bertumbuh.

Pada tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 2,027 juta orang, sementara wisatawan nusantara menembus angka 4,369 juta kunjungan. Adapun tahun 2026 hingga bulan April, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat telah mencapai sekitar 647 ribu orang.

“Kami berharap Kemilau Nusantara Kepri 2026 dapat menjadi sarana promosi budaya Nusantara sekaligus memperkuat identitas daerah melalui keberagaman seni dan budaya yang ditampilkan,” harapnya. Kemilau Nusantara Kepri 2026 pun hadir dengan ragam pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Mulai dari Barongsai, Tari Topeng Jawa Barat, Tari Ayam, Tari Makyong, Medley Nusantara, Tari Dayak Kalimantan, Joget Senyum Memikat, hingga tari dari Bali dan Nusa Tenggara Barat tampil memukau para pengunjung.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Sanggar Bintan Telani dan pertunjukan seni dari penyandang disabilitas yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan Dermaga Musica Band, mengakhiri malam pembukaan yang penuh warna dalam semangat persatuan budaya Nusantara. (*)

Redaktur: Suaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jamintel Kejagung RI Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa se-Kepri di Bintan

26 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Jamintel Kejagung RI Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa se-Kepri di Bintan

Dari Aceh hingga Papua, Sucofindo Salurkan 70 Bantuan CSR, Bintan Terima Sumur Bor

25 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Dari Aceh hingga Papua, Sucofindo Salurkan 70 Bantuan CSR, Bintan Terima Sumur Bor

Festival Kopi Merdeka, Dari Budaya Ngopi Jadi Magnet Pariwisata Kepri

24 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Penampilan artis ibukota pada puncak Perayaan Festival Kopi Merdeka 2026

Refleksi Kemerdekaan, Prof Abdul Malik: Generasi Muda Kepri Harus Hayati Perjuangan dan Manfaatkan Peluang Pendidikan

16 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Refleksi Kemerdekaan, Prof Abdul Malik: Generasi Muda Kepri Harus Hayati Perjuangan dan Manfaatkan Peluang Pendidikan

Rumah Terancam Dilelang, Sulaiman Arofi Pertanyakan Proses Eksekusi di PA Tanjungpinang

14 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Rumah Terancam Dilelang, Sulaiman Arofi Pertanyakan Proses Eksekusi di PA Tanjungpinang
Trending di Kepri