KEPRI INFO,BINTAN – Pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memasuki tahap ketujuh pada tahun 2026. Pada tahap ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan memfokuskan pekerjaan pada tiga bagian utama, yakni pemasangan kubah, pembangunan sumur bor, serta pemasangan jaringan listrik.
Pembangunan masjid yang diproyeksikan menjadi salah satu ikon Kabupaten Bintan tersebut terus dikebut secara bertahap. Selain sebagai tempat ibadah, kompleks Masjid Agung Seri Bentan nantinya dirancang memiliki sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Bintan, M. Irzan, mengatakan kawasan masjid nantinya dilengkapi ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.
“Ruang serbaguna nantinya bisa dipergunakan untuk kebutuhan Pemkab maupun masyarakat. Bisa juga digunakan untuk acara pernikahan,” ujar Irzan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Irzan, pada tahap pembangunan saat ini pemasangan kubah menjadi salah satu pekerjaan utama. Sebanyak 13 kubah didatangkan langsung dari Tuban, Jawa Timur, termasuk tenaga pengerjaan hingga proses pemasangannya selesai.
Ia menjelaskan, pemilihan kubah dari Tuban dilakukan berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kualitas, termasuk aspek perawatan yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis di Kabupaten Bintan.
Selain kubah, perlengkapan masjid seperti karpet juga didatangkan dari Turki. Pengadaan tersebut disebut dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas dan kenyamanan masyarakat yang nantinya menggunakan fasilitas masjid untuk beribadah.
Masjid Agung Seri Bentan dibangun di atas lahan sekitar 4 hektare dan dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah. Setiap lantai dan area dalam kompleks masjid akan memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain ruang serbaguna, kawasan tersebut nantinya juga disiapkan untuk aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyediaan lokasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Irzan menyebutkan, pembangunan Masjid Agung Seri Bentan ditargetkan dapat rampung pada 2028. Namun, target tersebut bergantung pada ketersediaan anggaran pembangunan lanjutan.
“Diperkirakan selesai tahun 2028 apabila anggaran sekitar Rp25 miliar dapat disetujui pada tahun 2027 mendatang,” katanya.
Diketahui, pembangunan Masjid Agung Seri Bentan telah berlangsung sejak 2019. Hingga 2026, total anggaran yang telah terserap untuk pembangunan masjid tersebut mencapai Rp22.229.510.000.
Sementara itu, khusus pekerjaan pada tahap ketujuh tahun 2026, nilai kontrak pembangunan tercatat sebesar Rp5,3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026.
Selain fungsi utamanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, Masjid Agung Seri Bentan juga dirancang memiliki fasilitas pendukung yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, termasuk penyediaan sumber air bersih melalui fasilitas sumur bor.
Penulis: Yuli
Redaktur: Sueb







