Dosen UMRAH Laksanakan Program Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes di Bintan
BINTAN, Kepri.info – Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melaksanakan program peningkatan Kapasitas Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Melalui Pendampingan Pengelolaan di Desa Kuala Sempang, Bintan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan manajerial, kelembagaan, dan pengembangan usaha BUMDes berbasis potensi lokal desa.
Ketua Tim, Ardi Putra, S. IP., MIP menyampaikan bahwa pendampingan ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan BUMDes yang masih dihadapi desa, khususnya di wilayah maritim.
“Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan pengurus BUMDes, tetapi juga pada penguatan praktik pengelolaan usaha agar lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program pengabdian ini melibatkan tim dosen UMRAH yang terdiri dari Tri Apriadi, S.Pd., M.Si, Dr. Eki Darmawan, M.IP, Ilham Yuri Nanda, S.IP., M.Sos, serta Akhdíva Elfi Istiqoh, M.IP.
Kegiatan tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025.
“Desa Kuala Sempang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, Tetapi pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kapasitas pengurus BUMDes. Untuk itu, tim kami menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pengurus BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan,”jelasnya.
Ia menyebutkan rangkain awal yakni sosialisasi BUMDes yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan instansi terkait.
“Dengan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dan perangkat desa tentang fungsi, manfaat, serta peran strategis BUMDes sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang dijelaskan oleh narasumber Dr. Afrizal, M.Si,” sebutnya.
Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan pemetaan potensi desa melalui Focus Group Discussion (FGD).
Hasil dari pemetaan tersebut menunjukan adanya potensi keunggulan desa, yaitu wisata mangrove dan kebun jeruk nipis.
“Dengan hasil pemetaan ini, diharapkan mampu mengembangkan usaha yang sesuai dengan karakteristik keunggulan desa Kuala Sempang. Sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, tim juga melaksanakan pelatihan kelembagaan BUMDes tentang penguatan manajemen, struktur organisasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan usaha.
“Pelatihan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab untuk mendorong BUMDes agar lebih berdaya saing dan profesional,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa luaran kegiatan, dari hasil tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) yang terindeks sinta 3.
“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi lokal desa Kuala Sempang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Nzl)
Reporter : Nuzli Rhamadhani
Redaktur : Jendaras Karloan






