oleh

KPP Basarnas Natuna Gelar Simulasi Latihan Komunikasi Sarcomex Bersama Malaysia

 

 

NATUNA, Kepri.info – Bertindak sebagai Pemimpin Latihan Komunikasi SAR (Search and Rescue) atau Pencarian dan Pertolongan, Kantor SAR Natuna melakukan simulasi latihan komunikasi SAR SARCOMEX Malaysia-Indonesia (MALINDO) dengan Pusat Sub-Maritim Pencarian dan Penyelamatan (MRSC) Kuching.

Sebelumnya, pada bulan April 2023, telah dilakukan latihan serupa antara Malaysia dan Indonesia di mana Pusat Sub-Maritim Pencarian dan Penyelamatan (MRSC) Kuantan bertindak sebagai pemimpin.

Berbeda dengan skenario latihan sebelumnya, pada latihan ini, Basarnas mensimulasikan terjadinya kecelakaan kapal Malaysia bernama MV DRAGON LINK (MMSI 533000811) yang mengalami kebakaran di Perairan Natuna pada posisi koordinat 3° 47N – 109°27 E atau sejauh 63.69 nm ke arah 95,63° dari Kantor SAR Natuna. Kapal ini membawa 20 orang ABK dan sedang berlayar dari Pelabuhan Kuching (Malaysia) menuju Pelabuhan di Vietnam. Kejadian terjadi pada hari Rabu, 20 September 2023 pagi.

Kronologis kejadian dimulai ketika Rescue Command Centre (Basarnas Pusat) menerima informasi dari pihak MRSC Kuching dan kemudian menyerahkannya kepada Rescue Sub Centre (Kantor SAR) di Natuna pada pukul 09.05 WIB pada hari yang sama. Setelah menerima informasi tersebut, petugas Komunikasi Kantor SAR Natuna segera membangun koordinasi dengan pihak MRSC Kuching untuk meminta upaya dukungan pencarian bersama. Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait TNI/POLRI, SROP dan Bakamla guna memperluas jaringan informasi dan komunikasi perihal keselamatan pelayaran di wilayah Perairan Natuna, Indonesia.

Setelah dilakukan pemetaan titik lokasi kejadian, upaya Pencarian dilakukan dengan menggerakan dua Aset Laut yaitu KN 245 Sasikirana dan Rigid Inflatable Boat 03 Natuna menuju lokasi. Sementara itu, di MRSC Kuching, satu alat laut KM Kotakinabalu juga dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Kemudian, dari hasil komunikasi antara Kantor SAR Natuna dengan Kapten Kapal MV Dragon Link, terungkap bahwa upaya pemadaman telah dilakukan, namun karena kebakaran terlalu hebat, Kapten mengambil keputusan untuk mengevakuasi diri dan seluruh ABK menggunakan dua Liferaft.

KN SAR 245 Sasikirana berhasil menjangkau dan mengevakuasi dua liferaft dengan total POB 20 orang dalam kondisi selamat pada koordinat 3°43’4.92″N – 109°22’4.57″E. Informasi ini diteruskan kepada pihak MRSC Kuching dan Pihak Kantor SAR Natuna meminta koordinasi dengan pihak Malaysia untuk dilakukan penjemputan dan transfer korban.

Proses komunikasi antara pihak Indonesia dan Malaysia berlangsung dengan baik dan lancar hingga pada pelaksanaan SAR Communication Excercise tersebut selesai. Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, berharap agar alur komunikasi yang baik dapat terus terlaksana dalam setiap pelaksanaan Operasi SAR, baik melibatkan Pemerintahan Luar Negeri maupun Pemerintahan Dalam Negeri.

“Dengan alur komunikasi yang baik, akan lebih memudahkan dalam mencari informasi, sehingga pelaksanaan operasi SAR dapat terealisasi dengan baik. Oleh karena itu, petugas Komunikasi perlu dilatihkan seperti pada SAR Communication Excercise Malindo ini,” ujar Kakansar Natuna. (MHR).

Komentar