KEPRI.INFO–PT Angkasa Pura Indonesia Bandara RHF resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang aktif sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Penutupan ditandai dengan Apel Penutupan Posko yang diikuti oleh manajemen internal Bandara RHF bersama seluruh stakeholder bandara pada Senin (30/3).
General Manager Bandara RHF , Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan kegiatan apel tersebut menandakan berakhirnya pelaksanaan monitoring angkutan udara periode Lebaran 2026/1447 H.
“Berkat sinergi yang erat antara PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujar Mohammad Setiadi Dermawan Wakan.
Sepanjang periode posko, Bandara RHF melayani sebanyak 13.882 penumpang, (meningkat 14,4 % dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 sebanyak 12.130 penumpang. Dan juga melayani Cargo sebanyak 404,2 Ton meningkat sekitar 15,2 % di banding tahun 2025 hanya sekitar 351 Ton.
Puncak arus penumpang terjadi pada H-2 yaitu tanggal 19 Maret 2026 dengan jumlah 1.072 penumpang dengan 17 Flight pergerakan dan sekaligus menjadi rekor pergerakan penumpang harian tertinggi sepanjang kuartal I tahun 2026.
Dari sisi operasional penerbangan, bandara melayani 164 pergerakan pesawat selama periode Angkutan Lebaran 2026, meningkat 39% persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dimana bandara melayani sebanyak 118 pergerakan pesawat. Dan 1 Penerbangan International (Charter Flight) dengan 3 Penumpang.
Peningkatan ini juga didukung oleh realisasi 16 penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai Batik Air pada rute CGK-TNJ-CGK.
Menurut Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, peningkatan trafik periode Angkutan Lebaran 2026 dibandingkan 2025 yang berhasil dilayani secara optimal dan mencatatkan zero accident ini semakin mempertegas peran strategis Bandara RHF sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di wilayah Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau.
“Pertumbuhan trafik periode Angkutan Lebaran di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi Bandara RHF untuk terus meningkatkan kualitas layanan sepenuh hati dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengguna jasa serta mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah di Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya.
Redaktur: YL








