KEPRI.INFO- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) sukses menggelar forum intelektual melalui pwi kepri bedah buku fenomenal “Batam 2045: Jalan Emas Menuju Kota Global”. Acara yang berlangsung di Asialink Hotel, Batam pada Minggu (15/03) ini, mengupas tuntas visi legislator Ir.
Suryanto untuk masa depan Bumi Bunda Tanah Melayu.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menjelaskan bahwa transformasi agenda buka puasa bersama ini bertujuan memperdalam wawasan jurnalis. Kehadiran Ir.
Suryanto menjadi krusial untuk membekali pers dengan pemahaman strategis arah pembangunan daerah jangka panjang.
“Wartawan bukan sekadar pelapor peristiwa, tapi harus menjadi insan literasi yang paham arah kebijakan,” ujar Saibansah Dardani. Melalui bedah buku ini, PWI Kepri memastikan pengurus memahami strategi Batam menuju Kota Global 2045.
Selain fokus pada literasi, Saibansah juga memanfaatkan momen ini untuk konsolidasi internal organisasi PWI Kepri. Ini penting terutama dalam persiapan keberangkatan kontingen Kepri menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Lampung.
Dalam paparannya, Ir. Suryanto, anggota DPRD Batam dari Fraksi PKS, mengajak insan pers melihat Batam secara teknis dan kebijakan.
Ia menegaskan bahwa bukunya adalah “ikrar dan doa politik” bagi kota yang tengah menata masa depannya.
Suryanto memetakan realitas yang sering terabaikan, seperti penataan peta air, drainase induk, hingga martabat hunian bagi para pekerja. Poin paling strategis yang ia soroti adalah urgensi keberanian politik terkait fiskal sharing 30:70.
“Literasi pembangunan yang saya tuangkan dalam buku ini menegaskan bahwa kota global tidak lahir dari janji. Kita butuh PAD yang kuat agar fasilitas dasar seperti sekolah, puskesmas, dan transportasi massal bukan lagi sekadar impian, tapi realitas yang bisa dinikmati warga,” tegas Ir.
Suryanto.
Diskusi literasi ini juga menyentuh aspek humanis Batam, di mana Ir. Suryanto menekankan kemajuan tidak boleh menggerus identitas lokal.
Ia memimpikan Batam yang maju tanpa kehilangan jiwanya, menjaga kampung tua, menata garis pantai, serta memartabatkan nelayan.
Sinergi antara PWI Kepri dan Ir. Suryanto dalam forum ini menandai pentingnya kolaborasi penyusun kebijakan dan penjaga informasi.
Dengan literasi yang kuat, pers diharapkan mampu mengawal “Jalan Emas” Batam menuju 2045 demi kesejahteraan publik.(Rls)
Redaktur: YL








