Menu ✖

Mode Gelap

Kepri

Dua Oknum Satpol PP Tanjungpinang Ditangkap Terlibat Peredaran Narkoba

badge-check


					Kasatres Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Sianturi saat Konferensi pers,  di Halaman Mako Polresta Tanjungpinang,  Senin (17/11/2025). (Nuzli Rhamadhani) Perbesar

Kasatres Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Sianturi saat Konferensi pers, di Halaman Mako Polresta Tanjungpinang, Senin (17/11/2025). (Nuzli Rhamadhani)

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Tanjungpinang berhasil mengamankan dua oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkoba di wilayah Kampung Baru.

Kasatres Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Sianturi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menangkap dua oknum berinisial RA dan SB.

“Pengungkapan ini kami dapatkan dari laporan masyarakat,” ujar saat Konferensipers di Halaman Markar Komando setempat, Senin (17/11/2025).

Penangkapan pertama dilakukan pada Selasa (11/11/2025) dini hari. Petugas mengamankan RF di rumahnya di kawasan Kampung Bugis.

Saat penggeledahan, polisi menemukan empat butir pil ekstasi berbentuk gorila berwarna kuning yang disembunyikan di atas lemari pakaian.

“Di dalam kamar, kami menemukan empat butir pil ekstasi berbentuk gorila warna kuning di atas lemari,” jelasnya.

Dari pemeriksaan RF, diketahui bahwa ia telah menjual empat butir ekstasi tersebut kepada tersangka SB.

Petugas kemudian mengamankan SB dan meringkusnya di kawasan Tepi Laut Kota Tanjungpinang.

“SB mengakui perbuatannya, namun ia mengaku telah meneruskan barang tersebut kepada tersangka RA,” kata AKP Lajun.

Berdasarkan pengakuan itu, polisi langsung bergerak ke rumah RA di Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Pinang Kencana, dan mengamankannya.

Di kamar RA, petugas kembali menemukan empat butir pil ekstasi dengan bentuk dan warna yang sama, tersimpan dalam kotak rokok di atas lemari.

“RA mengaku mendapatkan empat butir ekstasi itu dari SB,” tambahnya.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa SB berperan sebagai perantara dalam transaksi narkoba dari RF ke RA.

Ia dijanjikan upah sebesar Rp400.000 apabila berhasil menjual empat butir ekstasi tersebut.

“Perbutirnya itu dijual Rp.100.000,” tambahnya

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp1 miliar,” tutupnya. (Nzl)

Reporter: Nuzli Rhamadhani

Redaktur: Jendaras Karloan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani Siap Luncurkan Buku “Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an

30 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani Siap Luncurkan Buku "Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur'an

Mulai 1 November 2026, Bandara Raja Haji Fisabilillah Sesuaikan Tarif Parkir Lengkap dengan Peningkatan Fasilitas Cashless

29 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Mulai 1 November 2026, Bandara Raja Haji Fisabilillah Sesuaikan Tarif Parkir Lengkap dengan Peningkatan Fasilitas Cashless

Tanah Dikuasai Belasan Tahun Tiba-tiba Masuk Sertifikat Orang Lain, Batas Tanah Berubah Setelah Sertifikat Terbit

29 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Tanah Dikuasai Belasan Tahun Tiba-tiba Masuk Sertifikat Orang Lain, Batas Tanah Berubah Setelah Sertifikat Terbit

Dorong Minat Baca, Bandara Raja Haji Fisabilillah Salurkan 94 Buku Bacaan Anak ke Perpustakaan Provinsi Kepri

29 Oktober 2026 - 01:56 WIB

Dorong Minat Baca, Bandara Raja Haji Fisabilillah Salurkan 94 Buku Bacaan Anak ke Perpustakaan Provinsi Kepri

Masjid Agung Al Hikmah: Warisan Sejarah Umat, Masyarakat Minta Kejelasan Tata Kelola dan Status Hukum Yayasan

28 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Masjid Agung Al Hikmah: Warisan Sejarah Umat, Masyarakat Minta Kejelasan Tata Kelola dan Status Hukum Yayasan
Trending di Tanjungpinang