KEPRI.INFO: TANJUNGPINANG. Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH dan Wakil Wali Kota bersama unsur Forkopimda sambut wisatawan mancanegara pertama di tahun 2026 asal Singapura, di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kamis (1/1).
Lis menyampaikan, kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Pada 2023 tercatat sekitar 57 ribu wisatawan mancanegara dan 259 ribu wisatawan nusantara. Tahun 2024, wisman mencapai 54 ribu dan wisnus 592 ribu, sedangkan 2025 tercatat 60 ribu wisman dan 639 ribu wisnus.
“Data ini hanya menghitung wisatawan yang masuk melalui Tanjungpinang, belum termasuk akses dari Batam dan Lagoi-Bintan,” jelasnya.
Pemko Tanjungpinang akan terus mengevaluasi sarana dan prasarana, mulai dari transportasi, pelayanan, agen perjalanan, hingga fasilitas wisata. Lis berencana mengundang agen perjalanan dari Singapura dan pengelola wisata lokal dalam acara gala dinner untuk menampung masukan langsung dari pengunjung.
Beberapa masukan yang diterima antara lain pembatasan membawa hasil tangkapan bagi penggemar memancing, keterbatasan transportasi di pelabuhan, serta akses bagi wisatawan yang memiliki langganan.
“Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pelindo, Bea Cukai, dan pihak terkait untuk menata pengaturan dan mempermudah akses, sehingga wisatawan merasa nyaman, baik saat kedatangan maupun kepulangan,” ujar Lis.
Untuk mendorong sektor ekonomi pariwisata, Pemko telah menyiapkan kalender event pariwisata dan olahraga yang menyesuaikan hari libur wisatawan dari Singapura dan Malaysia, karena sebagian besar pengunjung yang sering datang ke Tanjungpinang berasal dari kedua negara tersebut.
“Sejalan dengan itu, kita juga akan melakukan pembenahan fasilitas kuliner, transportasi, dan objek wisata agar pengalaman wisatawan yang berkunjung lebih positif,” tambahnya.
Kedatangan wisatawan, kata Lis, memang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena mereka memiliki daya beli, meski dampaknya terhadap PAD tidak selalu signifikan dan sangat bergantung pada ketersediaan objek wisata.
“Artinya, sektor pariwisata lebih terasa manfaatnya bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat, yang langsung merasakan efek kunjungan wisatawan,” pungkasnya.
Penulis: Eb
Redaktur: An








