Menu ✖

Mode Gelap

Head Line

FITRA mendesak eksaminasi WTP dan audit ulang Kemendes PDTT

badge-check


					Sekjen FITRA, Yenny Sucipto Perbesar

Sekjen FITRA, Yenny Sucipto

Sekjen FITRA, Yenny Sucipto

Sekjen FITRA, Yenny Sucipto

Jakarta (Kepri.Info) – Tindaklanjut yang harus dilakukan segera setelah proses OTT oleh BPK terhadap Irjen Kemendes PDTT adalah perlunya bersih bersih kementerian itu.Penunjukkan Plt Irjen belum dinilau belum menjamin adanya perbaikan di Internal kementrian itu.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Kepri.Info Selasa (30/5), Sekjen FITRA, Yenny Sucipto menyatakan Setidaknya ada 3 alasan perlunya Audit Ulang. _Pertama_, dua kali berturut-turut Kemendes PDTT mendapat predikat WDP. Kedua, indikasi kuat kementerian baru tersebut buruk dalam tata kelola anggaran dan birokrasi. Terutama terkait pengadaan dan belanja perjalanan dinas. Ketiga, kementerian desa menjadi contoh perintahan desa dengan dana desa 40 triliun tahun ini.

Dalam uraiannya Yeni memaparkan WDP Kemendes PDTT tahun 2015 karena :
1. Rp. 378,46 Miliar utang kepada pihak ketiga bermasalah, dokumen tidak tersedia.
2. Aset Barang Milik Negara (BMN) sebesar Rp.2,54 Triliun, dari nilai tersebut tidak didukung dengan rincian sehingga tidak dapat ditelisuri keberadaanya.
3. Akumulasi aset Tanah, peraltan dan barang pengadaan senilai Rp. 2,55 Triliun tidak didukung rincian dan tdk diketahui keberadaanya.
4. Saldo persediaan barang senilai Rp. 3,32 T tidak terinventariaie dengan baik. Tidak terdapat bukti yang cukup.

“Audit ulang ini harus dilakukan dengan catatan dilakukan oleh auditor yang berintegritas, dan berkolaborasi dengan pihak lain, misalnya akuntan publik atau penyelidik/penyidik KPK yang berlatar belakang auditor,” kata Yeni.

Sebelum dilakukan audit , lanjut dia, perlu terlebih dahulu di eksaminasi publik laporan WTP yang terindikasi beli tersebut. Agar publik tahu, bagaimana metodologi, sampling hingga pengambilan kesimpulan. Sehingga terjawab kenapa kok bisa WTP, sampling mana yang tidak audit padahal bermasalah. Dan apakah tindaklanjut dari laporan WDP sebelumnya sudah ditindaklanjuti.

Catatan FITRA, dari tahun 2014-2015 terdapat 11 Temuan BPK, 36 Rekomendasi, sementara 17 diantara rekomendasi hingga saat ini belum ditindaklannjuti. Ini membebani tata kelola dan menjadi catatan audit. Dari temuan temuan diatas, indikasi korupsi kemungkinan cukup banyak karena tidak dapat ditindaklanjuti setelah audit.(darul/r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Anggota Komisi III DPR Riski Faisal: Beri Kapolri Ruang Bekerja, Jangan Bangun Kesan Polri Saling Berhadapan

26 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Anggota Komisi III DPR Riski Faisal: Beri Kapolri Ruang Bekerja, Jangan Bangun Kesan Polri Saling Berhadapan

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Kasus Gangguan Listrik, Empat Petugas PLN Batam dan Satu Kontraktor

20 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Kasus Gangguan Listrik, Empat Petugas PLN Batam dan Satu Kontraktor

Peserta PKA BPSDM Sumut Pelajari Inovasi Pelayanan Kesehatan melalui JakCare di DKI Jakarta

8 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Peserta PKA BPSDM Sumut Pelajari Inovasi Pelayanan Kesehatan melalui JakCare di DKI Jakarta

Chrystal Evelyn Djie dan Emily Olbivia Ferigno Sabet Medali Wushu di Eng An Kiong Championship 2026

30 September 2026 - 19:02 WIB

Dua atlet muda asal Tanjungpinang, Chrystal Evelyn Djie dan Emily Olbivia Ferigno, menorehkan prestasi dalam ajang Eng An Kiong Wushu Championship 2026 yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada 25–27 September 2026.

Tiga Terduga Pelaku Pencurian Peralatan SPAM Sri Kuala Lobam Ditangkap Polisi

27 September 2026 - 09:46 WIB

Tiga Terduga Pelaku Pencurian Peralatan SPAM Sri Kuala Lobam Ditangkap Polisi
Trending di Head Line