Menu

Mode Gelap

Head Line

Tiga Nelayan Natuna Dipulangkan dari Trengganu

badge-check


					Tiga Nelayan Natuna Dipulangkan dari Trengganu Perbesar

Natuna (Kepri.info) – Satuan Maritim Malaysia Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) memulangkan tiga nelayan asal Pulau Natuna Provinsi Kepulauan Riau yang terdampar di Pulau Tengol Perairan Trengganu Malaysia, Selasa.

Tiga nelayan yang dipulangkan kembali ke daerahnya dari Pangkalan Maritim Keamanan AMM tersebut masing-masing Yohana dan Ardiva Febrian, warga Natuna serta Jairianto warga Natuna asal Tulungagung Jawa Timur.

Pemulangan turut dihadiri Pengarah Maritim Wilayah Timur, Laksamana Pertama Maritim Dato’ Haji Mamu B Said Alee, Pengarah Pangkalan Maritim Kemaman APPM, Letnan Komander Maritim Mohd Marmizi, Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary serta Sekretaris Pertama KBRI Judha Nugraha.

Sebelum pemulangan terlebih dahulu ditandatangani serah terima pemulangan nelayan antara AMM dan Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur.

Atas saran AMM dan KBRI para nelayan diminta singgah ke Pulau Jemaja terlebih dahulu baru melanjutkan perjalanan ke Pulau Natuna.

Pengarah Maritim Wilayah Timur, Laksamana Pertama Maritim Dato’ Haji Mamu B Said Alee mengatakan pada (22/10) pihaknya menerima kabar darurat ada nelayan yang terdampar sehingga segera ia berkoordinasi dengan KBRI.

“Kita memberikan bantuan karena alasan kemanusiaan. Awalnya akan kami tangkap tetapi karena menjadi tanggung jawab AMM untuk membantu bersama kedutaan,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya telah memberi bantuan makanan, tempat tinggal dan perbaikan kapal.

Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambardy mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bakorkamla dan Atase Pertahanan terkait pemulangan.

“Karena keterbatasan alat komunikasi saya belum bisa memastikan di mana mereka bisa dijemput. Diperkirakan satu hingga dua hari mereka sudah sampai. Kalau sudah sampai agar mereka kirim kabar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Yusran juga meminta para nelayan langsung pulang ke daerah asal dan tidak singgah mencari ikan karena sudah ditunggu keluarga.

Yohana mengatakan pihaknya ingin pulang Selasa (1/11) karena keluarga di rumah sudah mengharap kepulangannya.

“Saya yakin bisa kembali ke Natuna walau peralatan tidak lengkap. Sepuluh hari di laut sudah biasa. Namanya nelayan kadang ada angin laut,” katanya.

Dia mengatakan agar para nelayan cepat pulang karena mendekati Desember biasanya angin kencang.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Pengumuman Kehilangan SKGR

31 Juli 2026 - 15:17 WIB

Pengumuman Kehilangan SKGR

Tercatat di LPSE, Dua Peserta Beberkan Pemenang Tender Jalan Sagulung Punya SKP Minus

28 Juli 2026 - 13:12 WIB

(Ilustrasi) Ilustrasi proses evaluasi tender pengadaan barang dan jasa yang menjadi sorotan terkait dugaan penyedia ber-SKP minus tetap ditetapkan sebagai pemenang.

SKP Minus Terungkap di Masa Sanggah, Pokja 068 Didesak Coret Pemenang Tender Rp2,8 Miliar

27 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ilustrasi dugaan pelanggaran ketentuan Sisa Kemampuan Paket (SKP) dalam tender proyek jalan

Desakan Evaluasi Ulang Pemenang Tender Rp2,8 Miliar dengan Status SKP Minus

26 Juli 2026 - 17:48 WIB

Ilustrasi proyek peningkatan jalan dan dokumen tender.

Aksi Ugal-Ugalan Pokja 068? Penyedia Ber-SKP Minus Lolos, Peserta Lain Berguguran

25 Juli 2026 - 16:09 WIB

(Ilustrasi) Ilustrasi proses evaluasi tender pengadaan barang dan jasa yang menjadi sorotan terkait dugaan penyedia ber-SKP minus tetap ditetapkan sebagai pemenang.
Trending di Head Line