Menu ✖

Mode Gelap

Kepri

UN Kembali Jadi Syarat Kelulusan, Orang Tua Siswa di Tanjungpinang Beri Dukungan Positif

badge-check


					Siswa dan Siswi Sekolah, Jumat (8/11/2024)-Hendrik Perbesar

Siswa dan Siswi Sekolah, Jumat (8/11/2024)-Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Ujian Nasional (UN) akan diberlakukan kembali sebagai syarat mutlak kelulusan pada siswa sekolah menjadi sorotan masyarakat terutama orang tua siswa.

Pemerintah melalui Kementerian baru yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) akan meninjau kembali Ujian Nasional yang telah dihapus zaman menteri Nadiem Makarim pada tahun 2021 silam.

Diketahui, alasan pemerintah menghapus UN lantaran besarnya tekanan belajar pada siswa yang membuat daya pikir kreativitas menjadi menurun akibat pembelajaran yang monoton.

Hal ini mendapat respon positif dari para orang tua siswa di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Hengki orang tua siswa kelas 7 SMP 4 Tanjungpinang, menganggap UN sebagai salah satu sistem yang mampu membuat anak semakin percaya diri, selain takut dengan ancaman tidak lulus, siswa otomatis di latih untuk gigih belajar.

“Apapun keputusan pemerintah, kami sebagai orang tua mengikuti saja, yang penting itu baik tidak merugikan siswa dan otang tua,” ujar Hengki.

Senada dengan Hengki, orang tua murid bernama Hangyang juga menyampaikan hal yang sama terkait dengan Ujian Nasional yang akan menjadi penentu kelulusan siswa.

Menurutnya, pemerintah lebih mengetahui mana yang terbaik dan dibutuhkan oleh anak anak Indonesia.

Dia menyakini, program pendidikan yang akan dibuat dan telah berjalan pastinya di perhitungkan secara matang tanpa merugikan masyarakat.

“Kita ambil sisi positifnya saja, karena ini kan kebijakan seluruh Indonesia ya, jadi kita ikuti saja,” tambahnya.

Sebelumnya, penghapusan ujian nasional kala itu dianggap sebagai trobosan kemajuan bagi pendidikan Indonesia, dengan harapan siswa lebih aktif dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan bagi siswa serta pendidik

Kemudian, kesenjangan antara pembelajaran di Kota dan perdesaan tidak lagi menjadi kesenjangan, karena kurikulum merdeka ini menghilangkan stigma perbedaan jenjang dalam belajar, sehingga potensi seluruh siswa tidak lagi dibatasi dengan hanya menghapal materi saja.

Melainkan mengasah kemampuan siswa diluar jadwal belajar dengan pengembangan berbasis meningkatkan minat hobi pada siswa.

Sebagai pengganti UN, pemerintah mengimplementasikan sistem penilaian berbasis kompetensi, yang dimana penentuan langsung oleh sekolah. (Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bandara RHF Tanjungpinang Perkuat Pasar Wisatawan, Dorong Sinergi Lintas Sektor

30 September 2026 - 11:33 WIB

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney Airports Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang terus mendorong penguatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah melalui peningkatan pasar wisatawan domestik maupun internasional.

Peringati HUT Ke-81 TNI, Koarmada I Kobarkan Semangat Juang Pahlawan Melalui Ziarah Taman Makam Pahlawan

29 September 2026 - 08:49 WIB

Peringati HUT Ke-81 TNI, Koarmada I Kobarkan Semangat Juang Pahlawan Melalui Ziarah Taman Makam Pahlawan

DPM FEBM UMRAH Gelar Seminar Interaktif, Dicky Novalino Bahas Peran Strategis Mahasiswa

27 September 2026 - 11:16 WIB

DPM FEBM UMRAH Gelar Seminar Interaktif, Dicky Novalino Bahas Peran Strategis Mahasiswa

Guru Hebat Tak Cukup Hanya Kompeten, Harus Jadi Pelindung yang Aman bagi Murid

23 September 2026 - 21:35 WIB

Guru Hebat Tak Cukup Hanya Kompeten, Harus Jadi Pelindung yang Aman bagi Murid

Penimbunan dan Pemotongan Lahan di Batu IX Terus Berjalan, Izin UKL-UPL di Pertanyakan 

22 September 2026 - 17:53 WIB

Penimbunan dan Pemotongan Lahan di Batu IX Terus Berjalan, Izin UKL-UPL di Pertanyakan 
Trending di Tanjungpinang